Pentingnya Kerjasama Menurut Pak Pramana: Solusi Untuk Guru Agama Buddha di Indonesia.
-
by
Admin Web - No Comments on Pentingnya Kerjasama Menurut Pak Pramana: Solusi Untuk Guru Agama Buddha di Indonesia.
Boyolali, Jawa Tengah, 23 Juli 2024 – Pada hari Selasa, 23 Juli 2024, pukul 10.00 WIB, telah berlangsung pertemuan yang signifikan antara perwakilan Patra, yakni Bapak Pramana, Bapak Suhatman, dan Alex, dengan Bapak Tukiman dan Ibu Sudharwati, yang bertempat di Boyolali. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas kondisi pendidikan agama Buddha di wilayah tersebut serta langkah-langkah yang dapat diambil untuk mendukung para guru agama Buddha yang memerlukan bantuan.
Dalam pertemuan tersebut, diawali dengan pengenalan terhadap pendiri dan pengurus Patra, serta penjelasan mengenai misi dan visi organisasi. Patra sebagai lembaga yang memiliki komitmen terhadap pengembangan pendidikan agama Buddha di Indonesia, menjelaskan peran pentingnya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik dan berkeadilan bagi para pengajar dan siswa.
Bapak Tukiman, yang merupakan mantan guru agama Buddha dan memiliki kediaman di Boyolali serta Cimone, Tangerang, menceritakan secara mendalam tentang kondisi pendidikan agama Buddha di Boyolali. Ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat beberapa rekan guru agama Buddha yang sudah pensiun yang terpaksa “turun gunung” untuk mengajar kembali. Hal ini terjadi karena minimnya jumlah guru agama Buddha aktif yang tersedia, sementara kebutuhan akan pengajaran agama Buddha di sekolah-sekolah semakin meningkat. Mereka mengajar dengan upah yang sangat rendah, bahkan di bawah Upah Minimum Regional (UMR), yang tentu saja sangat memprihatinkan.
Bapak Tukiman juga menyatakan kesediaannya untuk mendata Guru Agama Buddha (GAB) yang layak mendapatkan bantuan. Dalam hal ini, beliau akan melakukan penyaringan awal untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran dan dapat membantu mereka yang benar-benar membutuhkan. Ini merupakan langkah penting agar bantuan yang direncanakan dapat memberi dampak yang maksimal bagi para guru dan siswa dalam pembelajaran agama Buddha.
Pembicaraan selanjutnya mengarah pada diskusi mengenai status honorarium para guru di sekolah-sekolah agama Buddha di Boyolali dan sekitarnya. Ditekankan bahwa banyak guru yang berjuang dengan kondisi finansial yang tidak mencukupi, sehingga keberadaan mereka dalam dunia pendidikan sangat berisiko. Hal ini menuntut perhatian lebih dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan organisasi-organisasi terkait.
Pak Pramana selaku ketua umum Patra menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dalam upaya membantu para guru agama Buddha. Beliau berjanji untuk membicarakan lebih lanjut tentang bantuan yang dapat diberikan kepada para guru tersebut dalam rapat-rapat mendatang. Keseriusan dan komitmen dari semua pihak yang terlibat dalam pertemuan ini diharapkan dapat membawa perubahan yang positif dalam dunia pendidikan agama Buddha di Indonesia, khususnya di Boyolali.
Dengan demikian, pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menciptakan sistem dukungan yang lebih baik bagi para guru agama Buddha dan meningkatkan kualitas pendidikan agama di daerah tersebut. Melalui kerjasama dan sinergi antara Patra dan Bapak Tukiman beserta rekan-rekannya, diharapkan masa depan pendidikan agama Buddha di Boyolali akan lebih cerah dan berkelanjutan.